.

Senin, 30 April 2012

Barca Hantam Vallecano 7-0

Barca Hantam Vallecano 7-0
Thiago Alcantara, kiri, merayakan golnya bersama Daniel Alves dan Pedro Rodrigues saat tim mereka Barcelona bertanding melawan Rayo Vallecano di Teresa Rivera, Madrid, Spanyol, Senin (30/4) dinihari WIB. Barca menang telak 7-0.
 Barcelona kembali memangkas jarak dengan pemuncak klasemen La Liga Spanyol Real Madrid. Bertandang ke kandang Rayo Vallecano, Senin (30/4) dinihari WIB, tim Katalan berhasil menghantam lawan dengan skor telak 7-0. Pesta gol tamu dibuka sekaligus ditutup oleh Lionel Messi pada menit ke 16 dan 90. Dua gol ini kembali memanaskan persaingan Messi-Ronaldo dalam meraih titel raja gol liga Spanyol. CR7 kini hanya unggul satu gol dari 'si Kutu,' yang ada di peringkat dua dengan total 42 gol.
Pedro juga menyumbang dua gol dalam laga ini. Sementara tiga gol sisa tercipta dari kaki Seydou Keita di menit 39, Thiago, 77, dan satu gol bunuh diri dari Roberto Correa di menit 26.
Hasil sempurna ini kembali membuka peluang Barcelona berburu gelar juara dengan selisih 7 poin dari pemuncak klasemen sementara Real Madrid, yang pada pertandingan sebelumnya sukses menaklukan Sevilla dengan skor 3-0.
Dengan tiga laga tersisa, jalan Barca memang sangat sempit. Namun, bukan tak mungkin La Blaugrana jadi jawara jika Real Madrid lengah dan terpleset di sisa pertandingan mereka.
Susunan Pemain
Rayo Vallecano (4-4-2): Cobeno; Tito, Arribas, Pulido, Ismael; Rober, Movilla (Diamanka 48'), Trashorras, Michu; Tamudo, Diego Costa (Benito 65')
Cadangan: Robles, Michel, Benito, Diamanka, Delibasic, Pacheco
Barcelona (4-3-3): Pinto; Montoya, Puyol, Mascherano, Adriano (Daniel Alves 60'); Busquets (Afellay 73'), Keita, Thiago; Messi, Alexis Sanchez (Tello 80'), Pedro
Cadangan: Valdes, Alves, Iniesta, Bartra, Tello, Cesc, Afellay
 

PROFIL: Tito Vilanova, Penerima Tongkat Estafet Pep Guardiola

Bukan Marcelo Bielsa, bukan Andre Villas-Boas, bukan Joachim Löw, bukan pula Luis Enrique. Barcelona memutuskan menyerahkan kendali tim ke tangan Francesc “Tito” Vilanova i Bayo saat Pep Guardiola angkat kaki musim panas ini.
Tak begitu populer, nama Vilanova mungkin lebih banyak diingat publik sebagai korban aksi colok mata bos Real Madrid, Jose Mourinho, di akhir laga el clasico pada leg II Supercopa de Espana awal musim ini, dan sah-sah saja untuk berasumsi bahwa keputusan Barca menggantungkan harapan di pundak pria 42 tahun itu berbau perjudian.
Tetapi, dengan latar belakangnya sebagai jebolan La Masia dan menjadi tangan kanan Guardiola dalam lima tahun terakhir (setahun di Barca B dan empat tahun di tim senior), jatuhnya pilihan manajemen The Catalans kepada Tito, yang sempat rehat sejenak menyusul operasi tumor pada kelenjar parotisnya November tahun lalu, jelas tak diambil sembarangan.

“Dia orang yang kapabel dan para pemain telah mengenalnya,” komentar Guardiola tentang asisten yang akan menggantikannya musim depan itu.
“Saya hanyalah penyalur ide-ide yang kami kembangkan bersama, dan dia akan memberikan hal-hal yang tak dapat lagi saya berikan kepada klub dan para pemain ini.”
Pep tak asal bicara. Dia mengenal betul siapa itu Vilanova. Keduanya sudah menjalin tali pertemanan sejak usia belia, tepatnya saat sama-sama bergabung ke akademi Blaugrana pada 1984. Meski memiliki nasib amat kontras dalam karier profesional sebagai pemain, di mana Guardiola sukses menjadi bintang dan kapten Barcelona, sementara catatan Vilanova paling banter hanya tiga laga persahabatan di tim senior sehingga memutuskan cabut pada 1990 dan melanglang buana ke berbagai klub yang notabene tak sebeken Barca, semacam Figueres, Celta Vigo, Badajoz, Mallorca, Lleida, Elche, dan Gramenet, nyaris dua dekade berselang mereka akhirnya bereuni di Camp Nou.
Pada 2007, Guardiola mendapat tawaran dari Joan Laporta,


Tito | Sahabat, rekan di La Masia, tangan kanan, dan kini akan menggantikan Pep
Seperti diketahui, kerja sama Pep dan Tito langsung berujung sukses dengan mengantar Barca B promosi dari Tercera Division (Divisi IV) ke Segunda B (Divisi III). Diangkat menukangi skuad utama semusim berselang, Guardiola tetap mengajak serta Vilanova.
Peran krusial sang sahabat sekaligus tangan kanan yang tampak sering dimintai saran olehnya soal perubahan taktik di tengah laga itu pun tak dilupakan Guardiola setelah Barca di bawah komandonya meraih pencapaian sensasional dengan merengkuh enam trofi sekaligus pada 2009.
“Terima kasih Tito karena kau memutuskan untuk bertahan ketimbang menerima tawaran dari luar,” ucap Pep dalam selebrasi Los Cules menyabet sextuple winners, klub pertama dan satu-satunya yang mampu melakukan itu sejauh ini. Pernah bertugas membina skuad Barca U-15, dengan para pemain yang kini telah berstatus bintang seperti Lionel Messi, Cesc Fabregas, dan Gerard Pique, pada 2001/02, tepat setelah ia gantung sepatu di Gramenet, memperluas wawasan Vilanova seputar pembinaan pemain muda. Ia sering menyediakan informasi kepada Guardiola soal youngster yang menurutnya sudah siap diberi kepercayaan.
“Buat Tito, saya mengharapkan yang terbaik dalam kesempatan baru yang telah diberikan sepakbola kepadanya,” tulis Fabregas di akun Twitter-nya.
“Kami pernah bersama-sama ketika saya masih anak-anak dan dia bukan hanya pria yang hebat, tapi juga pelatih mengagumkan.”
Memang, keberhasilan kala membantu Guardiola dari balik layar bukan garansi bahwa Vilanova bakal sukses pula saat tampil sebagai frontman, yang tentunya menghasilkan tekanan dan atensi yang jauh lebih besar, apalagi yang digantikannya adalah pelatih tersukses sepanjang sejarah klub.


Kinerja Vilanova selaku entrenador utama dan kemampuannya untuk mengungguli Real Madrid-nya Mourinho, yang rasanya sulit terbendung menjadi juara La Liga 2011/12, masih harus dinanti musim depan.
Namun dengan pemahaman mendalam terhadap filosofi klub plus pengalaman belajar, bekerja, serta berkembang bersama Guardiola, mungkin tak ada orang yang paling tepat menjadi suksesor selain Tito Vilanova.

Guardiola dan Angka 4

Josep Guardiola telah mengumumkan masa depannya: mundur dari Barcelona, klub yang ditanganinya empat tahun terakhir dengan 13 gelar juara.
Banyak yang menyesalkan. Ada juga yang memaklumi. Guardiola, pelatih berusia 41 tahun, telah menjadi fenomena.
Kata Michael Laudrup: Barcelona akan sangat susah mencari figur entrenador brilian seperti Pep, minimal dalam 30 tahun ke depan.
Kantor berita Reuters secara khusus memberi ulasan lengkap terkait si Plontos berusia 41 tahun. Satu hal yang ditonjolkan, adalah julukan The Fabulous 4. Bukan sekadar sematan saja, karena angka 4 mengandung banyak sejarah bagi Pep.
Paling tidak ada dua hal yang menjadi catatan utama terkait angka tersebut. Pertama, nomor punggung selama berkarier milik Pep adalah 4. Tak salah, bagi Barcelona, nomor ini sangat keramat, bahkan sejajar dengan nomor 10, sesuatu yang jarang terjadi di klub manapun di dunia.

Angka tersebut menjadi platform utama saat ia bergabung bersama Zubizaretta, Bakero, Beguiristain, Goikoetchea, dan beberapa pemain asing seperti Koeman, Laudrup, Stoichkov dan empat pemain asal Catalans, Albert Ferrer, Sergi Barjuan dan Miguel Angel Nadal.
Angka 4 yang dikenakannya menjadi The Dream Team esndiri. Angka 4 berikutnya adalah masa edar di Camp Nou sebagai pelatih. Mengulangi prestasi saat bersama Blaugrana, selama empat tahun, ia berhasil menciptakan tim impian lagi.
Kali ini, para aktornya adalah Lionel Messi, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Carles Puyol, Dani Alves, Pedro Rodriguez, David Villa, Gerard Pique sampai Sergio Busquets. Imbas lainnya, timnas Spanyol menjadi sangat bergantung pada para jugador Barcelona.
Sebelum pergi, ia pun sudah mencetak empat pemain calon penerus Lionel Messi dkk, seperti Cristian Tello, Thiago Alcântara, Isaac Cuenca dan Gerard Deulofeu. (*)

Sejarah Barcelona FC

Sejarah Barcelona FC | History Klub Barca – Barcelona merupakan salah satu tim sepak bola di eropa yang memiliki berbagai history klub yang menarik untuk disimak. Berbagai sejarah yang telah diukir klub, menjadikan Barcelona FC menjadi salah satu tim yang terkenal dengan berbagai prestasi dan menjadikannya sebagai salah satu tim besar eropa. Barcelona FC mampu merajai eropa, bahkan dunia pada dekade akhir ini, dengan mampu mengalahkan berbagai rivalnya, seperti tim kuat Inggris yaitu Manchester United dan rival abadi serta rival bebuyutannya, yakni Real Madrid 



DATA KLUB
Nama lengkap : Barcelona Foot Ball Club
Julukan : Barca, Los Azulgranas
Berdiri : 29 Nopember 1899
Stadion : Nou Camp, Barcelona-Spanyol
Kapasitas : 98.600 penonton
Kostum : Garis-garis Merah Biru-Biru (Kandang), Oranye-Hitam (Tandang)
Presiden : Joan Laporta Estruch
Pelatih : Josep Guardiola

Klub yang mempunyai motto ‘El Barca Es Mas Que Un Club’  ini  didirikan oleh 12 orang yang dipimpin Joan Gamper pada tanggal 29 Nopember 1899 di Katalonia. Barcelona merupakan cerminan sikap politik sayap kiri Spanyol, sikap kaum tertindas, sebuah bangsa (Katalonia) yang hanya akan menjadi bagian dari sebuah negara. Melalui Barcelona inilah orang Katalonia ingin menunjukkan kelebihan mereka dari penjajah Spanyol. Terutama jika klub ini berhadapan dengan Real Madrid, yang sejak tahun 1930-an jamannya Jendral Franco merupakan klub favorit pemerintah Spanyol, klub ini mempunyai semboyan ‘Boleh kalah dengan klub lain, asal tidak dengan Real Madrid’. Manuel Vazquez Montalban, seorang penulis terkenal dari Spanyol menyebutkan, Barcelona sebagai senjata pamungkas bagi sebuah bangsa tanpa negara. Karena misi yang dianggap suci oleh orang Katalonia itulah, Barcelona selalu menjaga kemurnian tujuan klub. Mereka tidak mau disamakan dengan klub lain, dan tidak mau tunduk dengan nilai-nilai komersial. Karena itulah sampai sekarang Barcelona merupakan satu-satunya klub yang tidak mengijinkan kostumnya dipasangi iklan. Barcelona merupakan satu-satunya klub di Eropa yang presidennya dipilih oleh pemegang tiket musiman (pendukung paling murni), bukan pula oleh dewan direktur dan bukan pemegang modal. Calon Presiden klub berdebat di televisi, berkampanye mengajukan program layaknya pemilihan Presiden sebuah negara. Klub ini dijuluki ‘Barca’ dan ‘Los Azulgranas’ karena berkostum warna biru dan merah tua, yang konon warna biru merah secara sengaja diambil dari bendera Prancis sebagai bentuk perlawanan terhadap pemerintahan Spanyol di Madrid. Klub ini juga pernah dihuni pemain-pemain kelas dunia seperti: Johan Cruyff, Maradona, Ronald Koeman, Gary Lineker, Rivaldo, Luis Figo. Ronaldo, dan yang sekarang pemain yang sangat fenomenal yakni Lionel Messi.


Beberapa prestasi yang pernah diraih =
Liga Champions: 3
1991-92 FC Barcelona 1 – 0 Sampdoria
2005-06 FC Barcelona 2 – 1 Arsenal
2008-09 FC Barcelona 2 – 0 Manchester United
Piala UEFA: 4
1958 FC Barcelona 6 – 0 London XI; London XI 2 – 2 FC Barcelona
1960 FC Barcelona 4 – 1 Birmingham City; Birmingham City F.C. 0 – 0 FC Barcelona
1966 Real Zaragoza 2 – 4 FC Barcelona; FC Barcelona 0 – 1 Real Zaragoza
1971 FC Barcelona 2 – 1 Leeds United
Piala Super Eropa: 3
1992 Werder Bremen 1 – 1 FC Barcelona; FC Barcelona 2 – 1 Werder Bremen
1997 FC Barcelona 2 – 0 Borussia Dortmund; Borussia Dortmund 1 – 1 FC Barcelona
2009 FC Barcelona 1 – 0 FC Shakhtar Donetsk
Piala Winners: 4
1979 FC Barcelona 4 – 3 Fortuna Düsseldorf
1982 FC Barcelona 2 – 1 Standard de Liège
1989 FC Barcelona 2 – 0 Sampdoria
1997 FC Barcelona 1 – 0 Paris Saint-Germain
Liga Spanyol: 20

Liga Spanyol: 20
1928-29, 1944-45, 1947-48, 1948-49, 1951-52, 1952-53, 1958-59, 1959-60, 1973-74, 1984-85, 1990-91, 1991-92, 1992-93, 1993-94, 1997-98, 1998-99, 2004-05, 2005-06, 2008-09, 2009-10
Supercopa de España: 5
1984, 1992, 1993, 1995, 1997
Copa de la Liga: 2
1983, 1986
Copa del Rey: 25
1909-10, 1911-12, 1912-13, 1919-20, 1921-22, 1924-25, 1925-26, 1927-28, 1941-42, 1950-51, 1951-52, 1952-53, 1956-57, 1962-63, 1967-68, 1970-71, 1977-78, 1980-81, 1982-83, 1987-88, 1989-90, 1996-97, 1997-98, 2008-09
Piala Latin: 2
1949, 1952

Piala Joan Gamper: 31
1966, 1967, 1968, 1969, 1971, 1973, 1974, 1975, 1976, 1977, 1979, 1980, 1983, 1984, 1985, 1986, 1988, 1990, 1991, 1992, 1995, 1996, 1997, 1998, 1999, 2000, 2001, 2002, 2003, 2004, 2007

Berikut yang dapat saya sampaikan mengenai Sejarah Barcelona FC dan semoga dapat menambah pengetahuan Anda, khususnya bagi penggemar tim azulgrana ini. Penulis mohon maaf apabila terdapat tutur kata yang kurang berkenan ataupun informasi yang mungkin salah, karena penulis juga manusia biasa yang mempunyai kesalahan, hehehe. Sekian dan terima kasih :)